1. Pesan kepada Puan

    Kepada puan yang kini menjelma menjadi seorang teman Jika para pujangga menorehkan tinta menuliskan hujan di bulan Juni Maka aku akan membuka lembaran baru bersama pelangi di bulan Juni …


  2. Merdekalah Jiwa yang Terjajah!

    73 tahun negeri ini sudah merdeka dengan gembira lalu apakah jiwamu tidak terbelenggu untuk selalu bekerja? berlalu-lalang layaknya manusia tiruan tanpa akal pikiran demi setumpuk kertas yang kau bangga-banggakan …


  3. Badai di Bulan Juli

    Bulan ini menjadi bulan yang sangat melelahkan, bukan karena lelah fisik tetapi lelah mental. Saya menjadi percaya bahwa mental lebih utama daripada fisik, ketika mental melemah maka sekuat apapun fisik tetap ikut melemah. Jika banyak pujangga sering melontarkan kalimat “hujan di bulan Juni”, pada tingkatan ini saya merasa “Badai di bulan Juli”, bukan karena saya kehilangan seseorang yang saya sayangi namun kehilangan sesuatu yang juga sangat berarti. …


  4. Pertelevisian Indonesia: Kami Sakit, Tolong Bantu Kami

    Dahulu kami sangat bangga karena membuat anak-anak tertawa, ditiap akhir pekan mereka dapat melepas beban karena sekolah dengan kartun favoritnya, berangan-angan menjadi pahlawan idolanya, atau ketika orang-orang tertawa karena canda yang kami suguhkan cerdas dan berkelas, juga ketika acara musik hanya menyuguhkan musik-musik terbaru tanpa ada canda yang menyakiti sesama. …


  5. Gitanjali untuk Segala Keresahan Hati

    April hingga Mei kali ini begitu berkesan, dimulai saat harus berjibaku dengan kerasnya dunia kerja meski sudah bekerja remote (baca: kuliah dan kerja mudah) hingga harus resign dan memulai babak kerja (magang) baru di sebuah studio, lalu ada hati yang mulai gelisah karena terpaut oleh hati yang lain, dan diakhiri oleh kegelisahan hati berebut tiket konser Pandji. Maka selamat menikmati sebuah kilas balik dan semoga dapat mengambil pelajaran baik dari kehidupan saya. …


  6. Kuliah dan Bekerja?

    TL;DR Hasil selalu mengikuti proses Jangan terlalu termakan passion Manage Your Time, Manage Your Money …


  7. Senja atau Kamu?

    Sang senja merayu manja, agar senantiasa ditemani hingga menghilang nanti Tapi kamu datang secara tak terduga, dengan keelokan hati yang tak terhingga Manis wajahmu tanpa sulaman alis, senyum anggunmu tanpa polesan gincu Memecah indahnya jingga milik sang senja, bahkan indahnya alam semesta …


  8. Bulan Obral Cinta?

    Februari, bulan penuh cinta, katanya. Tapi yang kuterima hanya janji-janji, menunggu kabarmu yang tak lekas kembali. Hingga langit diatas mulai bosan menumpahkan tangisnya, untuk menutupi air mata kesedihan yang mengalir dari bola mataku. Begitu pula dengan sang bintang, bosan menampakkan sinarnya menemani gelapnya hari tanpamu. …


  9. Tentang Resolusi!

    Resolusi, seharusnya menjadi solusi mendapatkan hidup yang lebih baik lagi. Bukan hanya menjadi ajang pameran pada story-story di media sosial saat ini. …


  10. Loncatan Kenangan?

    Terdiam, hingga mata terpejam, diantara padang ilalang tubuhnya bersandar pasa sebuah batang. Mengingat kembali segala kenangan yang terjadi saat satu tahun silam. Lompatan-lompatan kenangan membawanya menjauh dari linimasa saat ini. …